Postingan

Abu Bakar Ash Shiddiq, pemilik keyakinan sejati(1)

Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling mulia, bahkan dikatakan ia adalah manusia termulia setelah para nabi dan rasul. Keutamannya adalah sesuatu yang melegenda, hal itu diketahui oleh kalangan awam sekalipun. Membaca kisah perjalanan hidupnya seakan-akan kita merasa hidup di dunia hayal, apa benar ada orang seperti ini pernah menginjakkan kaki di bumi? Apalagi di zaman kita saat ini, memang manusia teladan sudah sulit terlestari.       Nama Abu Bakar adalah Abdullah bin Utsman at-Taimi. Ibunya adalah Ummu al-Khair, Salma binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Ta-im. Dengan demikian ayah dan ibu Abu Bakar berasal dari bani Ta-im.       Ummul mukminin, Aisyah radhiallahu ‘anhu menuturkan sifat fisik ayahnya, “Ia seorang yang berkulit putih, kurus, tipis kedua pelipisnya, kecil pinggangnya, wajahnya selalu berkeringat, hitam matanya, dahinya lebar, tidak bisa bersaja’, ...

Ketika sedekah jilbab banyak berbuah keajaiban (2/Selesai)

Wie memanggil kedua anak yatim. Dia menyuruh mereka supaya mengambil semua jilbab yang di kantong plastik besar saja, karena jilbab-jilbabnya lebih bagus daripada yang ada di almari. Setelah kedua anak yatim itu pulang, si Wie menunaikan shalat Ashar. Karena badannya terasa semakin lemas, seusai shalat dia langsung           Menjelang Magrib, lagi-lagi ada tamu. Tamu itu adalah utusan salah seorang tetangga untuk memberikan sebakul makanan sebagai undangan agar Wie menghadiri acara kenduri di rumah yang bersangkutan selepas waktu Isya’.          Tentu Wie sangat bersyukur atas hal tersebut. Pada akhirnya dia mendapat makanan setelah beberapa hari menahan lapar dan nyaris kehabisan tenaga. Maka begitu si tamu berlalu, si Wie segera makan dan kembali bersemangat mengerjakan segala aktivitasnya. Sehabis shalat Isya’ , dia pun bergegas memenuhi undangan si tetangga.        Keesokan h...

warta nabawi juni-juli 2018

5 Juni 2018/21 Ramadhan 1439, Penutupan Asrama Ramadhan         Setelah melewati pendadaran dan pembinaan selama kurang lebih 19 hari, para santri Pondok Pesantren nabawi maftahul Uluum akhirnya menyelesaikan masa pendadarannya. Selesainya masa pembinaan dan pendadaran dalam asrama ramadhan ini ditandai dengan resepsi penutupan Asrama Ramadhan.       Dalam penutupan ini, pengasuh Pondok Pesantren Nabawi maftahul Uluum, Ust. Abul Fatih Zakaria menyampaikan pesan-pesan kepada para santri sebagai bekal santri selama liburan panjang. Di antara pesan tersebut adalah bahwa santri diharapkan untuk senantiasa menjaga akhlaqul karimah dan selalu berbakti kepada kedua orang tua, terutama selama liburan nanti (Rafa).   14 Juni 2018/29 Ramadhan 1439, Pengumpulan dan Pembagian Zakat Fitrah       Dalam rangka membantu masyarakat melaksanakan Zakat Fitrah, maka Pondok Pesanrtren Nabawi Maftahul Ulu...

Kehidupan di alam kubur (3)

      Salah satu aqidah Ahlussunnah wal Jamaah adalah bahwa orang-orang sholih yang sudah meninggak, baik itu Nabi, Wali atau orang sholeh pada umumnya dapat mendoakan mereka yang masih hidup di dunia dan dapat dimintai doanya oleh mereka yang masih hidup di dunia. Amaliah meminta doa dari mereka yang sudah wafat ini dalam istilah para ulama dinamakan tawassul ( mencari perantara ).       Amalan ini telah ada sejak masa shahabat Nabi SAW. Malik al-Dari, seorang kepercayaan Khalifah Umar bin Khatab RA dan Bendahara beliau, berkata: Telah terjadi musim kemarau di masa Umar, kemudian ada seorang laki-laki (Bilal bin Haris al-Muzani) datang    ke makam Rasulullah Saw, ia berkata: Ya Rasullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, sebab mereka akan binasa. Kemudian Rasulullah datang kepada lelaki tadi dalam mimpinya, beliau berkata: Datangilah Umar…”. (HR Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Hajar, Fathul Bari, III/441. Beliau berkata: Sana...